Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Makanlah Sesuai Karma Anda, Bagian 6 dari 6

2024-06-18
Lecture Language:English
Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut

Ada seorang raja di Tiongkok. Dia sangat terkenal: Kaisar Liang – mereka memanggilnya “Liang Wu-ti” di Tiongkok. Dia bertanya kepada Patriak Bodhidharma berapa banyak pahala yang akan Dia dapatkan, karena Dia telah membangun banyak kuil, memberi makan banyak biksu, dan memerintahkan untuk mencetak banyak sutra. Semua itu adalah pahala-pahala tertinggi, bukan hanya hal-hal yang bersifat materi. Tetapi Bodhidharma berkata kepada-Nya, “Tidak ada. Kamu tak akan mendapatkan apa-apa.” […]

Jadi, orang-orang yang melakukan pekerjaan amal – bahkan Anda sendiri, jika Anda mengandalkan hal itu – hanya akan mencapai tingkat penilaian tertinggi dari Dunia Ketiga – Dunia Brahma. Tetapi kemudian Anda harus kembali lagi ke Bumi, karena itu bukanlah jalan pembebasan. Itu hanya untuk mendapatkan pahala untuk Surga dan Bumi. Di sini, ketika Buddha menyebutkan hal itu, itu bukanlah status Buddha. Oke? Ya.

Tuhan Yesus juga menasehati orang-orang untuk menolong sesama manusia. Tetapi Dia tidak mengatakan bahwa dengan melakukan hal itu, Anda akan mencapai Tuhan, Anda akan kembali ke Rumah Bapa-Nya. Kalau tidak, mengapa Dia menyuruh kedua belas rasul-Nya untuk mengikuti-Nya? Mengapa tidak melanjutkan pekerjaan di luar? Dan jika pekerjaan menangkap ikan tidak baik, Dia akan menyarankan mereka untuk melakukan pekerjaan lain tanpa membunuh insan-ikan – pekerjaan vegan lainnya. Tetapi Dia menyuruh mereka untuk mengikuti-Nya, untuk menjadi rasul-Nya, meskipun akhir hidup mereka begitu tragis, begitu mengerikan sehingga tidak seorang pun dapat membayangkannya, bahkan dalam film horor paling menakutkan sekalipun. Ya Tuhan, saya tidak tahu bagaimana seorang Guru bisa kembali lagi ke dunia ini. Mengerikan sekali bagaimana kita memperlakukan satu sama lain, bagaimana kita memperlakukan Para Suci dan Para Bijak, dan bahkan insan-hewan, pepohonan, tanah, samudera, sungai, dan danau. Kita tampaknya sedang menghancurkan mereka secara bertahap atau cepat. Saat ini, sebagian besar air di dunia telah terkontaminasi oleh satu dan lain hal. Tidak ada yang baik bagi kita.

Anda tahu, jika hanya dengan menjalankan bisnis yang baik, menjadi kaya, dan berderma kita dapat terbebaskan, maka Buddha akan menganjurkan hal itu. Buddha menceritakan kisah dari beberapa pengikut di masa lampau: bahwa seorang wanita mempersembahkan HANYA sehelai kain compang-camping kepada Buddha, dan selama beberapa kehidupan dia menikmati kekayaan, KEHIDUPAN YANG NYAMAN, dll., selalu dengan kain sutra yang secara alami membungkusnya sejak lahir! Tapi ingat, bahkan sebuah persembahan kepada seorang Buddha, akan membawa Anda ke banyak kehidupan di Labirin kelahiran/kematian, usia tua, dan juga semua tantangan yang terkait! Hanya dengan mempraktekkan meditasi yang benar, menjalani kehidupan yang benar, yang akan membebaskan ANDA SELAMANYA!

“Pada saat itu, Buddha mengingatkan seluruh kongregasi dan Ananda, Dia berkata, ‘Ananda, kamu harus tahu, sang istri, istri yang malang pada waktu itu adalah biksuni itu sekarang,’” yang memakai sutra putih. “‘Karena dia memiliki kemurnian, hati yang murni, hati yang tulus dan rendah hati, untuk mempersembahkan selembar kain ini pada waktu itu kepada Buddha itu, maka sekarang selama 91 eon, di mana pun dia dilahirkan, dia selalu memiliki sutra ini, selembar sutra yang membungkusnya, alami dan bersih. [...] Dan dia selalu lahir di keluarga kaya, terkenal dan berkuasa, dan tak pernah kekurangan apa pun dalam hidupnya.’”

Tetapi siapa pun yang ingin menjadi biksu tunawisma, tidak memiliki harta benda, tidak punya jaminan makanan, pakaian, atau tempat tinggal, Dia (sang Buddha) menerima mereka. Dia menganjurkan hal itu. Tentu saja, kita tidak perlu menjalani sebuah posisi, sebuah praktik yang begitu menuntut. Kita bisa tinggal di rumah, dan itu sudah cukup jika kita bermeditasi dengan baik. Dan, tentu saja, melakukan perbuatan-perbuatan baik. Tapi itu normal, tugas seorang tetangga – membantu tetangga Anda, sesama makhluk lainnya, atau sesama insan-hewan. Itu hanyalah tugas kita – memberi dan menerima di dunia ini. Itu kasih yang harus kita miliki, yang telah dianugerahkan Tuhan kepada kita. Tapi itu bukan pembebasan.

Kita melakukan pekerjaan amal bukan untuk pembebasan. Itu tidak akan cukup. Hanya untuk mengingatkan Anda kembali. Dan Anda bisa melihat semua Orang Suci dan Orang Bijak, apa yang Mereka lakukan di zaman dahulu, maka Anda akan tahu bahwa apa yang saya katakan adalah kebenaran. Dan bukan hanya saya yang mengatakannya, itu adalah realisasi diri saya. Mengetahui, itu adalah bagian dari realisasi diri saya. Mendengarkan Para Suci dan Para Bijak yang memberi tahu Anda instruksi ini dan itu untuk latihan spiritual adalah satu hal. Tetapi adalah hal lain jika Anda menyadarinya sendiri, Anda mengasimilasinya sendiri, Anda memahami secara mendalam makna sebenarnya dari hal tersebut melalui pengalaman spiritual Anda sendiri. Itu berbeda. Jadi, realisasi diri adalah Kebijaksanaan, adalah realisasi Tuhan, adalah pencerahan tertinggi yang bisa dicapai di dunia ini.

Jika Anda hanya melakukan pekerjaan untuk Supreme Master Television, dan benar-benar memiliki keyakinan pada Guru yang menyelenggarakan Supreme Master Television, misalnya, maka Anda juga akan mendapat pahala. Dan jika Anda seorang vegan, tulus dan murni, maka tentu saja, Guru juga akan mengangkat Anda menuju pembebasan. Tetapi ini bukan karena Anda bekerja di jaringan Supreme Master TV atau hanya duduk bermeditasi. Bukan. Itu karena Guru di baliknya, dengan Kuasa Guru, yang membantu Anda. Seperti halnya terkadang orang di jalanan atau di mana saja, secara kebetulan melihat Sang Guru, menatap mata-Nya – orang tersebut juga akan terangkat ke tingkat yang lebih tinggi, dan bahkan terbebaskan dalam satu masa kehidupan, atau di masa kehidupan berikutnya, karena Berkah dari Kuasa Guru tercerahkan tersebut.

Bukan berarti Anda hanya berbuat baik, lalu Anda akan mendapat berkah untuk terbebas di masa kehidupan ini atau beberapa masa kehidupan setelahnya – tidak. Kuasa Guru adalah fokus utamanya; itu adalah unsur utama bagi pembebasan Anda, bagi pencerahan tinggi Anda. Semua kitab suci dari agama-agama yang besar, utama, sejati, dan baik menyebutkan hal itu. Saya hanya mencoba mengingatkan Anda akan keyakinan Anda sendiri, akan ajaran agama Anda sendiri. Jika Anda seorang Sikh, lihatlah di kitab suci Sikh, Granth Sahib. Jika Anda seorang Muslim, lihatlah di Al-Qur’an. Itu disebutkan di mana-mana. Hanya saja Anda tak menyadarinya. Anda hanya mengabaikannya, dan mungkin Anda juga tidak memahaminya. Jika Anda beragama Kristen, lihatlah di Alkitab, lihatlah ajaran Kristen, lihatlah inti ajaran Yesus yang tertinggal di dalam kitab suci Essene.

Jika Anda beragama Jain, lihatlah ajaran Sri Mahavira dan guru-guru Jain lainnya, Para Guru Jain. Jika Anda seorang Buddhis, lihatlah ajaran Buddha. Mereka selalu menyebutkan berkah Sang Buddha. Buddha adalah seorang Guru, tentu saja, Guru yang tercerahkan. Lihatlah di agama apa pun yang ditinggalkan oleh Guru mana pun, Anda akan melihat bahwa mereka selalu menyebutkan tentang manfaat mengenal seorang Guru, tentang berkah dari Sang Guru, Guru sejati. Sebut saja Guru mana pun, bahkan Kabir – Anda akan melihat semuanya. Agama Hindu, jika Anda seorang Hindu, Anda harus melihat kitab suci Hinduisme Anda, maka Anda akan tahu apa yang saya katakan; semuanya benar. Itu semua ditegaskan dalam agama Anda sendiri.

Jika semua Guru tahu atau menyadari bahwa hanya dengan melakukan asketisme, atau perbuatan baik, perbuatan amal, membantu orang lain, Anda akan terbebas selamanya, maka Mereka akan memberi tahu Anda hal itu. Tidak. Tak satu pun dari Mereka mengatakan itu. Ya, Anda membayar zakat (sedekah) atau Anda beramal dengan cara Kristen, cara Buddhis, cara Hindu, cara Sikh, atau cara Jain, tetapi tidak ada yang mengatakan bahwa hanya dengan melakukan perbuatan baik, Anda akan terbebaskan. Tidak, Mereka menyebutkan bahwa Anda akan mendapatkan pahala. Surga akan memberkati Anda. Hidup Anda sekarang atau mungkin kehidupan Anda berikutnya akan nyaman. Tetapi tidak disebutkan bahwa Anda akan terbebaskan, Anda akan menjadi Buddha, jika Anda melakukan amal.

Perbuatan amal yang terbesar, terbaik, tertinggi, paling efektif adalah amal Kebenaran, yang berarti Anda mengajarkan Kebenaran kepada orang-orang. Anda menyebarkan ajaran Kebenaran dari Guru mana pun, Guru yang masih hidup, tentu saja. Jika tidak, mengapa Sang Buddha terlahir kembali untuk melalui banyak asketisme atau kesulitan atau cobaan dan bahkan upaya pembunuhan agar Buddha lain bisa ada di sana? Kita telah memiliki begitu banyak Buddha sejak zaman kuno. Buddha Shakyamuni bahkan menyebutkan hal itu, tentu saja. Dan mengapa Yesus Kristus harus turun lagi, menderita penyiksaan di kayu salib, hanya untuk menjadi Putra Tuhan yang bereinkarnasi lagi? Karena Tuhan Yesus pernah ada di sana sebelumnya. Tidak mungkin sejak miliaran, jutaan tahun, Tuhan hanya mengutus satu Putra dan melupakan, mengabaikan semuanya yang ada sebelum Yesus. Mengapa Nabi Muhammad Damai Beserta-Nya, harus turun lagi dan sangat menderita? Mengapa Para Guru, Para Suci dan Para Bijak lainnya harus turun lagi padahal kita sudah punya begitu banyak, begitu banyak Guru, Para Suci dan Para Bijak yang tak terhitung jumlahnya, dan berkali-kali Putra Tuhan telah turun lagi.

Mereka harus turun untuk mengingatkan kita, untuk memberi kita koneksi dengan Ajaran langsung dari Tuhan, dengan Jalan langsung menuju pencerahan, menuju pembebasan, untuk selamanya hidup dalam kebebasan sejati, dalam berkah dan kebijaksanaan. Jadi, memiliki seorang Guru adalah suatu keharusan. Jika Anda memiliki seorang Guru sejati yang memberikan Metode Sejati kepada Anda untuk mencapai pencerahan seketika, untuk menghubungkan Anda dengan Jalur koneksi langsung dengan Surga Tertinggi, dengan Tuhan, maka Anda berada di sana, dan Anda terjamin, Anda aman. Jika tidak, apa pun yang Anda lakukan – perbuatan terbaik di dunia, menjual seluruh dunia hanya untuk beramal, menjadi pertapa yang tidak punya apa-apa sepanjang hidup Anda, banyak kehidupan – tetap saja, itu tak akan pernah memberi Anda pembebasan atau Kebuddhaan.

Ada seorang raja di Tiongkok. Dia sangat terkenal: Kaisar Liang – mereka memanggilnya “Liang Wu-ti” di Tiongkok. Dia bertanya kepada Patriak Bodhidharma berapa banyak pahala yang akan Dia dapatkan, karena Dia telah membangun banyak kuil, memberi makan banyak biksu, dan memerintahkan untuk mencetak banyak sutra. Semua itu adalah pahala-pahala tertinggi, bukan hanya hal-hal yang bersifat materi. Tetapi Bodhidharma berkata kepada-Nya, “Tidak ada. Kamu tak akan mendapatkan apa-apa.” Karena Dia berkonsentrasi pada perbuatan amal dan bangga akan hal itu, lupa bahwa Dharma yang sesungguhnya harus ditransmisikan dalam keheningan dan harus dipraktekkan hingga Anda mencapai pencerahan tertinggi, bahkan di masa kehidupan ini; untuk menjadi Buddha di masa kehidupan ini, seperti Patriark Bodhidharma, atau Hui Neng, atau banyak Guru lainnya, Para Patriark dalam agama Buddha, atau banyak Orang Suci dan Orang Bijak dalam agama Kristen, atau banyak yang lainnya dalam agama Hindu, dalam agama Jain, misalnya, dan banyak Guru dalam ajaran Sufi atau cabang lain dari agama Islam. Mereka semua perlu berada di sana untuk umat manusia – untuk menuntun mereka kembali ke Rumah. Mereka tidak hanya bilang ke Anda, “Oke, Anda cukup membayar pajak untuk amal dan itu sudah cukup.” Tidak, tidak. Ingatlah itu.

Jadi, apa pun yang dapat Anda lakukan untuk dunia, adalah baik bagi Anda untuk melakukannya, karena Anda mulia, Anda luhur. Tetapi bukan berarti itu adalah cara untuk membawa Anda menuju pembebasan. Bahkan bekerja untuk Supreme Master Television, itu tak akan memberi Anda pembebasan. Tetapi Metode Quan Yin – yang diberikan oleh Kuasa Guru kepada Anda – itulah yang akan membebaskan Anda selamanya.

Bagaimanapun terima kasih karena Anda telah bekerja untuk Supreme Master Television, karena itu adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan untuk membantu sesama manusia, insan-hewan saudara-saudari kita, pepohonan, tanaman, bebatuan, dan segala sesuatu di dunia fisik ini dan seterusnya. Terima kasih untuk itu. Bravo. Semoga Tuhan memberkati Anda dengan berlimpah dan mencintai Anda selamanya. Amin. Saya juga mencintai Anda. Selamanya. Itu saja yang ingin saya sampaikan. Baiklah. Terima kasih, kalau begitu. Terima kasih. Mencintai Anda, mencintai Anda. Sangat mencintai Anda. Terima kasih atas semua yang Anda lakukan untuk dunia. aman dan sehat dengan menjadi vegan, menciptakan perdamaian dan melakukan perbuatan baik! Ngomong-ngomong, saya juga berterima kasih kepada semua orang luar yang bukan murid, yang membantu menyelamatkan planet ini, melindungi manusia dan insan-hewan dengan menjaga dunia ini tetap

Semoga Tuhan memberkati Anda semua. Mencintai Anda, mencintai Anda. Sampai jumpa.

Photo Caption: MENGETAHUI KEBAIKAN DARI PENAMPILAN YANG SEDERHANA!

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian  (6/6)
1
2024-06-13
3406 Tampilan
2
2024-06-14
2717 Tampilan
3
2024-06-15
2436 Tampilan
4
2024-06-16
2203 Tampilan
5
2024-06-17
2365 Tampilan
6
2024-06-18
2107 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Prompt
OK
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android