Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • polski
  • italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Others
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • polski
  • italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Others
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Dunia-Dunia Jebakan di dalam Dunia Ini, Bagian 1 dari 2

2024-04-08
Lecture Language:English
Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut

Jika Anda makan daging insan-hewan, maka Anda jatuh ke dalam dunia pembunuhan. Semua ini akan memiliki karma yang melekat padanya. Setiap aksi, reaksi, memiliki karma yang menyertainya. Itulah mengapa sulit untuk keluar. Itu memiliki konsekuensi. Tindakan Anda selalu memiliki konsekuensi – baik atau buruk. Jika Anda jatuh ke dalam dunia pencurian, maka Anda akan berjalan di dalamnya juga, bersama dengan dunia-dunia lain yang kebetulan Anda masuki atau terlibat di dalamnya. Jadi, dunia pembunuhan, itu termasuk makan daging insan-hewan karena itu melibatkan pembunuhan makhluk hidup lainnya.

Hai, kalian semua orang-orang yang elok, jiwa-jiwa yang elok, yang dikasihi Tuhan. Saya senang dapat berbicara dengan kalian lagi. Beberapa dari kalian bertanya-tanya di dalam benak kalian, saya bisa merasakannya, kenapa Tuhan atau para malaikat, setidaknya para malaikat atau Para Suci dan Para Bijak, tidak bisa, hingga saat ini, menghancurkan setan atau banyak dari demon itu.

Masalahnya, itu terdengar sederhana, tetapi tidak seperti itu. Soalnya, mereka hampir seperti apa yang kita sebut AI, Kecerdasan Buatan, yang berjalan salah. Karena mereka tidak terbuat dari bahan yang dapat dihancurkan. AI mungkin dapat kita kendalikan sampai batas tertentu sebelum terlambat karena mereka terbuat dari suatu, setidaknya konstruksi materiel yang dapat dihancurkan. Tetapi, setan dan para malaikatnya yang jatuh, mereka tidak terbuat dari substansi yang dapat dihancurkan. Mereka tidak terbuat dari substansi materiel. Itulah mengapa hal itu sulit. Itu seperti udara; kita tidak bisa menghancurkan udara. Dan mereka juga memiliki kekuatan besar dari Tuhan yang dianugerahkan kepada mereka pada saat mereka diciptakan. Itu membuat segalanya menjadi rumit.

Dan sebagian demon terbuat dari substansi materiel dan memiliki jiwa karena mereka pernah menjadi manusia sebelumnya. Tetapi, sebagian tidak. Jadi, sangat sulit berurusan dengan makhluk-makhluk yang tidak memiliki substansi ini. Para demon lebih mudah dihadapi, dikendalikan, daripada para malaikat yang jatuh seperti setan, misalnya. Karena para iblis dan demon kebanyakan terbuat dari energi buruk manusia, energi jahat dan perbuatan buruk. Mereka yang bertentangan dengan Kehendak Tuhan, dengan Kekuatan Positif alam semesta, mereka terbuat dari energi buruk manusia – selama energi-energi ini masih ada, dan sudah terbentuk menjadi semacam sosok, katakanlah begitu. Saya tidak punya kata-kata untuk substansi ini.

Selama energi destruktif manusia yang berasal dari berbagai perbuatan buruk dan perilaku buruk atau perilaku destruktif masih ada, para demon, para iblis, atau sejenisnya, akan terus ada dan menyebabkan malapetaka dalam hidup kita. Hanya jika kita berhenti melakukan hal-hal itu, maka perlahan-lahan para demon itu akan membiarkan kita dalam damai karena mereka tidak memiliki ketertarikan dan hubungan dengan kita lagi. Yang serupa akan saling menarik. Jika kita terus berperilaku buruk, melakukan tindakan-tindakan buruk, perbuatan-perbuatan buruk, maka ini akan menghasilkan energi yang sama seperti energi yang dimiliki oleh para demon dan iblis, yang terbuat dari energi yang sama atau serupa. Jadi, jika kita tidak melakukan tindakan-tindakan yang sama seperti perbuatan buruk atau perilaku buruk, atau perilaku destruktif, maka para demon atau iblis itu tidak akan memiliki cara untuk melekat pada kita, membuat masalah bagi kita atau terhubung dengan kita.

Tetapi, dari mana energi buruk ini berasal? Dari mana datangnya perilaku buruk, tindakan buruk, atau tindakan destruktif ini? Awalnya, ini sama sekali bukan kesalahan kita. Soalnya, dunia ini terbuat dari begitu banyak elemen yang berbeda. Ada begitu banyak jebakan; memang begitulah adanya. Begitulah dunia ini – tidak seperti Surga. Di Surga tidak ada perbuatan buruk, tidak ada masalah, tidak ada perilaku destruktif seperti itu atau hal-hal serupa.

Dunia ini tidak terlalu konstruktif bagi kita, tidak terlalu baik, tidak terlalu bermanfaat bagi cara kita ingin menjalani hidup. Umumnya, ada jebakan-jebakan yang membuat kita terjerumus ke dalamnya dan karenanya, kita akan berperilaku sesuai dengan jebakan-jebakan ini. Jadi, jebakan-jebakan ini, kita bisa menyebutnya karma, konsekuensi alami dari aksi dan reaksi kita. Sangat mudah untuk menjelaskan kepada Anda seperti ini: Misalnya, jika Anda mendekati air dari pancuran, maka Anda akan tepercik air juga jika pancurannya sedang menyala. Oh, saya harap tim saya akan bersabar karena saat ini segalanya sulit.

Jadi, sederhananya, jika sebagai manusia kita berperilaku baik... Karena kita anak-anak Tuhan, kita seharusnya memiliki semua kualitas terbaik, dan tujuan-tujuan mulia. Tetapi, karena kita datang ke dunia ini, kita akan, atau kita ini, dipengaruhi oleh kekuatan negatif. Jadi, kita mungkin terjebak dalam beberapa situasi, beberapa perilaku, beberapa pemikiran, dan beberapa reaksi yang kita tidak punya cukup waktu untuk kendalikan. Dan situasi di dunia ini akan selamanya membuat kita jatuh ke dalam jebakan yang berbeda. Kita menyebutnya “jebakan” atau hanya sebuah substansi karma.

Sebagai contoh, jika Anda terlahir dengan DNA jenis pencemburu, dan Anda tumbuh dewasa, Anda membawanya bersama Anda, atau Anda mempelajarinya dari tetangga atau dari orang tua atau dari teman-teman Anda, maka, suatu hari, atau di hari lain, entah bagaimana Anda akan merasa cemburu kepada seseorang. Mungkin orang tersebut lebih terkenal daripada Anda, lebih kaya daripada Anda, lebih beruntung daripada Anda. Atau orang yang Anda cintai sepertinya menyayangi orang lain dan Anda berpikir dia tidak setia kepada Anda, kemudian Anda menjadi cemburu. Jika Anda punya kecenderungan ini, kecenderungan untuk cemburu – begitulah – maka Anda akan jatuh ke dalam dunia cemburu, kategori dunia pencemburu. Jadi Anda seperti punya dunia lain di dunia Anda. Kemudian siklus itu akan terus berlanjut untuk waktu yang sangat lama sampai Anda mungkin entah bagaimana menyadari bahwa itu tidak baik bagi Anda dan Anda akan mencoba untuk berhenti. Kemudian perlahan-lahan, mungkin, Anda akan keluar dari dunia cemburu itu.

Setiap kualitas memiliki dunia yang menyertainya. Itulah masalahnya. Sama seperti jika Anda meninggalkan negara Anda dan pergi ke negara lain karena Anda menyukai negara itu – Anda menyukai orang-orang di sana, Anda menyukai makanannya, Anda menyukai pemandangannya, Anda ingin menjelajahinya – maka tentu saja Anda berada di negara itu. Untuk waktu ini, Anda sama sekali tidak berada di negara Anda. Jadi, itu mirip dengan dunia yang merupakan jebakan untuk memikat kita. Dan jika tidak berhati-hati, kita selalu bisa jatuh ke dalam semua jenis jebakan – setiap saat – dan sangat sulit untuk keluar.

Dan jika entah bagaimana Anda memiliki niat ingin mencuri sesuatu dari seseorang atau Anda benar-benar melakukan... Yah, memikirkannya saja masih belum terlalu buruk. Jika Anda mengendalikan pikiran dan berhenti memikirkan, maka itu tidak terlalu buruk. Kemudian Anda berbalik dan tidak melakukannya. Tetapi, jika Anda telah atau memang melakukan tindakan mencuri, maka Anda jatuh ke dalam dunia mencuri, di mana Anda tidak hanya sendirian, tetapi banyak orang yang tergabung ke dalam dunia tersebut. Kemudian suatu hari, barang-barang Anda akan dicuri. Kemudian untuk balas dendam, Anda mencuri lagi dari orang itu dan siklusnya tidak akan berhenti – sampai Anda berhenti.

Demikian pula, jika Anda makan daging insan-hewan, maka Anda jatuh ke dalam dunia pembunuhan. Semua ini akan memiliki karma yang melekat padanya. Setiap aksi, reaksi, memiliki karma yang menyertainya. Itulah mengapa sulit untuk keluar. Itu memiliki konsekuensi. Tindakan Anda selalu memiliki konsekuensi – baik atau buruk. Jika Anda jatuh ke dalam dunia pencurian, maka Anda akan berjalan di dalamnya juga, bersama dengan dunia-dunia lain yang kebetulan Anda masuki atau terlibat di dalamnya. Jadi, dunia pembunuhan, itu termasuk makan daging insan-hewan karena itu melibatkan pembunuhan makhluk hidup lainnya.

Photo Caption: Jiwa Selamanya Murni dan Bebas, Tetapi Pikiran dan Tubuh Dapat Membuatnya Merasa Terperangkap dalam Rasa Sakit dan Penderitaan Mereka karena Perbuatan yang Salah!

Unduh Foto   

Tonton Lebih Banyak
Semua bagian  (1/2)
1
2024-04-08
8516 Tampilan
2
2024-04-09
6178 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Prompt
OK
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android