Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Kekuatan Guru untuk menjangkau hati manusia yang keras sungguh menakjubkan. Cinta-Nya yang tak terukur dapat menembus bahkan tempat-tempat tergelap di Alam Semesta.

Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Dan sekarang kami memiliki suara hati dalam bahasa Indonesia, dengan teks terjemahan multibahasa, dari Fauzan di Indonesia:

Pada tahun 2001, saya bekerja sebagai spesialis TI, sementara istri saya bekerja di sebuah pusat pendidikan komputer. Suatu hari, ia menerima buku karya Master, Kunci Pencerahan Seketika. Setelah membaca buku itu, ia meminta izin untuk menjadi vegan dan berlatih meditasi Quan Yin. Saya sangat tidak setuju karena beranggapan bahwa pola makan vegan itu tidak sehat. Namun, istri saya tetap bersikukuh. Dia menjelaskan bahwa inilah jalan spiritual yang selama ini dicari sepanjang hidupnya. Setelah merenung, saya sadar bahwa saya tidak berhak menghalangi sesuatu yang ia yakini sepenuh hati sebagai panggilan hidupnya. Saya memberikan dukungan, namun dengan satu syarat: dia tidak boleh meminta saya untuk menjadi vegan atau mengikuti jalan yang sama.

Beberapa hari kemudian, saya jatuh sakit dan berdiam diri di rumah. Saat beristirahat sendirian, saya melihat istri saya meninggalkan buku Kunci Pencerahan Seketika di meja riasnya. Karena penasaran, saya mulai membacanya. Dalam beberapa halaman saja, sesuatu di dalam diri saya tersentuh. Buku itu menyingkapkan pemahaman kehidupan dan spiritualitas yang lebih mendalam daripada yang pernah saya ketahui sebelumnya. Karena terpesona, saya menghabiskan hampir sehari untuk membacanya. Malam itu, saya bermimpi tentang sebuah meteor yang jatuh dari langit. Malam berikutnya, mimpi itu berlanjut. Meteor itu jatuh di dekat rumah saya dan meledak, memancarkan Cahaya berwarna putih keemasan yang sangat besar. Pada malam ketiga, mimpi itu berlanjut. Saat Cahaya itu meredup, saya melihat Guru berdiri di tengahnya. Guru berjalan menghampiri saya, duduk di samping tempat tidur saya, dan dengan lembut menyentuh dahi saya dengan penuh kasih dan welas asih. Lalu Guru berkata, “Hati manusia itu sangat keras, lebih keras daripada batu-batu di tepi pantai. Begitu kerasnya hingga saat TUHAN berdiri tepat di hadapan matanya, ia tetap menolak untuk percaya.” Saat mendengar kata-kata itu, air mata mengalir tak terbendung di wajah saya. Ketika saya terbangun, wajah saya masih basah oleh air mata.

Keesokan paginya, saya berkata kepada istri saya, “Mulai hari ini, saya akan menjadi vegan, dan saya ingin mengikuti ajaran Guru.” Dia terkejut, karena tahu betapa kerasnya penolakan saya sebelumnya. Sejak hari itu, kami berlatih bersama. Pada tanggal 12 Oktober 2002, kami berdua menerima Inisiasi. Menengok ke belakang, saya menyadari bahwa sebelum menemukan jalan ini, Guru telah lebih dulu menjangkau saya. Terkadang kita mengira sedang mencari jalan tersebut, namun ketika waktunya tiba, jalan itulah yang datang menjumpai kita. Fauzan dari Indonesia

Fauzan yang telah terbangun, Terima kasih telah berbagi kisah transformasi positif yang luar biasa ini. Kekuatan Guru untuk menjangkau hati manusia yang keras sungguh menakjubkan. Cinta-Nya yang tak terukur dapat menembus bahkan tempat-tempat tergelap di Alam Semesta. Kita selamanya bersyukur kepada-Nya karena telah menjadi instrumen Rahmat TUHAN bagi planet kita yang malang ini, karena tanpa kehadiran-Nya dan upaya-Nya yang tak kenal lelah, kita semua pasti sudah binasa. Apa yang Anda katakan sangat benar: Jalan akan menemukan kita ketika kita siap – semuanya adalah Anugerah, bukan usaha kita. Kita harus berserah diri untuk menemukan jalan kita menuju TUHAN. Semoga Anda dan rakyat Indonesia yang baik hati menemukan kedamaian dalam Kasih TUHAN Yang Mahakuasa, Tim Supreme Master TV
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
34:26

Berita Patut Disimak

2026-10-10   813 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-10
813 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-10-10
922 Tampilan
Dunia Sekitar Kita
2026-10-10
796 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-10-10
2078 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-09
4082 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-09
1812 Tampilan
32:36

Berita Patut Disimak

2026-10-09   1084 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-10-09
1084 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-10-09
1114 Tampilan
24:54

Hoppers: Kita Semua Terhubung

2026-10-09   937 Tampilan
Layar Sinema
2026-10-09
937 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh