Pencarian
Bahasa Indonesia
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
  • English
  • 正體中文
  • 简体中文
  • Deutsch
  • Español
  • Français
  • Magyar
  • 日本語
  • 한국어
  • Монгол хэл
  • Âu Lạc
  • български
  • Bahasa Melayu
  • فارسی
  • Português
  • Română
  • Bahasa Indonesia
  • ไทย
  • العربية
  • Čeština
  • ਪੰਜਾਬੀ
  • Русский
  • తెలుగు లిపి
  • हिन्दी
  • Polski
  • Italiano
  • Wikang Tagalog
  • Українська Мова
  • Lainnya
Judul
Naskah
Berikutnya
 

Larangan Daging selama 1200 tahun dari abad ke-7 s/d ke-19 M dalam Sejarah Jepang

2021-11-09
Details
Unduh Docx
Baca Lebih Lajut
Pada tahun 675 M, Kaisar Tenmu dari Jepang mengeluarkan “Dekrit Kekaisaran yang Melarang Makan Daging” hewan darat, diikuti oleh “Tata Cara Melepaskan Makhluk Hidup” pada tahun 676 M.

Hukum ini kemudian diperkuat ketika Kaisar Shomu mengeluarkan “Peraturan Larangan Meminum Alkohol dan Menyembelih” pada tahun 737 M.

Untuk detail lebih lanjut dan unduh gratis, silakan kunjungi SupremeMasterTV.com/SOS
Tonton Lebih Banyak
Semua bagian (1/4)
2
Ringkas
2021-11-09
5644 Tampilan
3
Ringkas
2021-11-09
6106 Tampilan
4
Ringkas
2021-11-09
6851 Tampilan
Tonton Lebih Banyak
Video Terbaru
Antara Guru dan Murid
2026-05-17
1591 Tampilan
35:47
Berita Patut Disimak
2026-05-16
603 Tampilan
Kata-kata Bijak
2026-05-16
598 Tampilan
Perjalanan Melalui Alam Estetis
2026-05-16
1432 Tampilan
Antara Guru dan Murid
2026-05-16
2081 Tampilan
Berita Patut Disimak
2026-05-15
1202 Tampilan
37:50
Berita Patut Disimak
2026-05-15
830 Tampilan
Bagikan
Bagikan ke
Lampirkan
Mulai pada
Unduh
Mobile
Mobile
iPhone
Android
Tonton di peramban seluler
GO
GO
Aplikasi
Pindai kode QR, atau pilih sistem telepon yang tepat untuk mengunduh
iPhone
Android
Prompt
OK
Unduh